Bleaching Gigi

Bleaching Gigi, Whitening Dentist atau Memutihkan Gigi merupakan layanan Global Estetik Dental Care untuk membuat Gigi menjadi bersih dan Sehat, Gigi putih terbebas dari sisa makanan dan minuman yang menyangkut dan mengubah warna gigi.

Konsultasi Reservasi
Bleaching Gigi

Gigi Putih = Senyum Indah

  • Biaya Jasa Bleaching
  • Rp.1.750.000
  • Satu Paket
  • Hubungi Kami Sekarang Juga!
Bleaching Gigi

Apa itu Bleaching Gigi?

Bleaching Gigi dalah proses penggunaan bahan pemutih gigi untuk menghilangkan noda dan mencerahkan gigi.

Gigi Berwarna

Apa sih penyebab warna gigi berubah?

  • Makanan dan Minuman berwarna kuat seperti teh, kopi, anggur merah, jika sering kamu konsumsi.
  • Rokok
  • Faktor usia juga membuat Gigi berwarna Lebih Gelap secara Alami
  • Lubang gigi. Gigi yang telah rusak jaringan pembuluh darah dan syarafnya
  • Karang gigi
  • Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi ibu saat hamil

Efek Bleaching Gigi

Ada Tidak Efek Samping Bleaching Gigi?

  • gigi ngilu, tenggorokan kering/ ingin muntah. Jika hal ini terjadi, segara perbanyak minum air putih atau susu.
  • Iritasi pada gusi
  • Tapi tidak perlu khawatir, Efek samping dari Bleaching Gigi akan hilang 1-3 hari setelah perawatan.

Daftar Harga Tindakan Gigi Tahun 2018

Cabang Cipete dan Pasar Rebo.

Promo Hari ini untuk Bleaching Gigi

Segera Hubungi Klinik Terdekat Kami

Artikel Bleaching Gigi

Lihat Artikel Lainnya

Menyikat Gigi dengan Benar Bisa Cegah Kanker

Menyikat Gigi dengan Benar Bisa Cegah Kanker - Sejak kecil, kita selalu diajari untuk menyikat gigi secara teratur dan rutin setidaknya dua kali dalam sehari. Tak hanya agar gigi dan mulut selalu bersih dan segar, menyikat gigi ternyata juga bisa bantu kita terhindar dari beberapa kanker ganas. Misalnya saja kanker pankreas, kanker mulut dan kanker gusi.

Dikutip dari laman dailymail.co.uk, para ahli telah menemukan temuan baru mengenai manfaat sikat gigi. Para ahli menemukan bahwa menyikat gigi bisa mencegah risiko kanker pankreas yang sangat mematikan hingga 50 persen. Kenapa menyikat gigi bisa mencegah risiko kanker? Hal ini terjadi karena, menyikat gigi akan membuat gigi selalu bersih dan sehat. Sementara itu, jarang menyikat gigi memungkinkan seseorang untuk memiliki gigi berlubang, karang gigi dan gusi yang penuh dengan bakteri.

Menyikat Gigi dengan Benar Bisa Cegah Kanker 

Menyikat Gigi dengan Benar Bisa Cegah Kanker
Menyikat Gigi dengan Benar Bisa Cegah Kanker 
Ilmuwan dari New York University baru saja menemukan bahwa bakteri yang ada di gigi adalah bakteri yang selama ini meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh khususnya di pankreas. Ilmuwan ini mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki gigi kotor, berlubang dan karang gigi akan berisiko menderita kanker ganas dua kali lebih besar beberapa dekade nanti.

Sementara itu, ilmuwan yang tergabung dalam American Association for Cancer Research di New Orleans menemukan bahwa orang-orang yang rajin menyikat gigi dan memiliki gigi serta gusi bersih memiliki kesehatan yang lebih maksimal. Orang-orang ini juga memiliki risiko kanker yang lebih rendah. Temuan ini didapat dari penelitian yang dilakukan pada 732 orang di New York dalam satu dekade. Dari sampel yang diteliti, ditemukan bahwa mereka yang tidak bisa menjaga kesehatan gigi dengan baik lebih berisiko terkena kanker. Sementara mereka yang menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dengan baik kesehatannya terjaga dengan baik.

Tak hanya kanker pankreas, kebersihan yang tak terjaga dengan baik juga memungkinkan seseorang berisiko menderita kanker payudara, kanker hati dan serangan jantung. Dr Jiyoung Ahn mengatakan,

"Study kamu menemukan bahwa bakteri pada gigi adalah penyebab kanker. Bakteri ini berkaitan erat dengan kanker dalam tubuh. Semakin banyak bakteri yang terdapat di gigi akan menyebabkan seseorang semakin berisiko menderita kanker. Sementara seseorang yang rajin sikat gigi dan bakteri di gigi sedikit, ia akan lebih sehat dan jauh dari risiko kanker."

Ladies, mengingat akan pentingnya sikat gigi, pastikan untuk menyikat gigi dengan rajin dan teratur. Ingat, rajin menyikat gigi tak hanya membuat gigi sehat dan terjaga tetapi juga bisa bantu kamu terhindar dari risiko kanker. Semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa sikat gigi secara teratur dan rutin ya?

(Bleaching Gigi)

Memutihkan Gigi dengan Bleaching Gigi Aman, Tetapi..

Memutihkan Gigi dengan Bleaching Gigi Aman, Tetapi.. - Perubahan warna pada gigi merupakan salah satu masalah kecantikan yang dapat mempengaruhi penampilan, terutama bagi wanita dengan profesi yang menuntut penampilan prima, tak terkecuali pria. Karena itulah, tak sedikit dari mereka yang memilih untuk melakukan perawatan.

Bleaching gigi merupakan salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk membuat gigi menjadi lebih putih dan cerah. Perawatan tersebut menggunakan bahan pemutih gigi yang terbilang aman, apabila berada di bawah pengawasan dokter gigi.

Memutihkan Gigi dengan Bleaching Gigi Aman, Tetapi.. 

Memutihkan Gigi dengan Bleaching Gigi Aman, Tetapi..
Memutihkan Gigi dengan Bleaching Gigi Aman, Tetapi.. 


Namun sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan ini, ketahuilah terlebih dahulu apakah gigi yang akan dibleaching merupakan gigi yang vital atau non vital. Lantas, apa yang dimaksud gigi vital dan non vital itu?

Gigi non vital merupakan gigi yang sudah mati, misalnya karena patah atau karena proses karies sehingga dapat berubah warna karena kematian jaringan pulpa. Sedangkan gigi vital merupakan gigi yang masih berfungsi dengan baik.

Menurut Prof. drg. Heriandi S. SpKGA., PhD, bleaching gigi vital bisa dilakukan di rumah (home bleaching), maupun di dokter gigi (office bleaching). Sedangkan untuk bleaching gigi non vital, maka perawatannya harus dilakukan langsung di klinik karena butuh obat-obatan tertentu.

"Bleaching gigi vital itu artinya dimana giginya masih bagus. Dilakukan bleachingnya bisa dengan 'office bleaching' atau bisa juga dengan 'home bleaching'. Kalau gigi non vital itu berarti giginya sudah mati, misalnya karena patah. Maka obat-obatannya juga tertentu. Yang jelas obatnya harus sesuai dengan yang digunakan oleh dokter gigi," jelas dokter gigi yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) itu saat ditemui Wolipop di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (19/03/2013).

Banyak orang yang salah kaprah dengan maksud dari home bleaching. Hal ini juga diakui oleh dokter gigi yang menghabiskan program beasiswa S3 di Okayama University Dental School itu. Ia mengatakan, meskipun dilakukan di rumah, tetapi produk bleaching-nya itu harus tetap dari Dokter Gigi. Namun, tak sedikit orang memilih untuk membeli produk bleaching yang dijual di pasaran.

"Kadang-kadang ada orang yang beli home bleaching ini sudah jadi. Tapi bleaching itu kan memutihkan bukan semua gigi diputihkan. Tapi pada permukaan gigi yang terlihat dari luar saja. Kalau yang udah jadi, cetakkannya kan nggak tau, ukuran giginya juga belum jelas, karena sudah instan. Maka, sering sekali orang kalau pakai itu suka ngeluh ngilu dan juga kalau salah pemakaiannya giginya bukan tambah baik, tetapi malah tambah rusak," paparnya.

Drg. Heriandi pun memberikan saran, bahwa dalam melakukan perawatan bleaching itu harus tetap datang ke klinik dan meminta petunjuk dokter. "Yang benar itu makanya datang ke dokter gigi, dibuat tuh bleachingnya yang khusus untuk orang itu. Cetakannya dibuat sesuai dengan keadaan gigi, bentuk gigi, dan rahang dari orang tersebut," tutupnya.

(Bleaching Gigi)

Apa yang Dilakukan Setelah Bleaching Gigi?

Apa yang Dilakukan Setelah Bleaching Gigi? - Adapun hal-hal yang harus diperhatikan setelah melakukan proses pemutihan gigi atau bleaching gigi, agar proses yang telah dijalani tersebut tidak sia-sia yaitu :

  1. Rutin memakai obat pemutih gigi yang dianjurkan oleh dokter gigi untuk pemakaian khusus di rumah (berbentuk gel)
  2. Rutin memakai bleaching tray (lapisan seperti plastic yang bentuknya mirip dengan gigi asli dan sesuai dengan ukuran gigi masing-masing pasien)
Apa yang Dilakukan Setelah Bleaching Gigi?
Apa yang Dilakukan Setelah Bleaching Gigi?


Gel pemutih gigi yang berkadar rendah dipakai terutama pada saat malam hari menjelang tidur sampai terbangun pada pagi hari, dengan syarat setelah gosok gigi malam dan tidak mengkonsumsi makanan atau minuman lagi kecuali air mineral

Selama 7 hari setelah melakukan proses pemutihan gigi, sangat dilarang untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang berwarna-warni, seperti :

Minum kopi
Mengkonsumsi kopi setelah memutihkan gigi adalah salah satu hal yang sangat tidak boleh dilakukan, karena meminum kopi dapat menyebabkan warna gigi menjadi kuning bahkan lambat laun akan berubah menjadi berwarna kehitaman pada gigi. Contohnya saja pada orang tua atau kakek nenek zaman dahulu yang sering sekali minum kopi, giginya akan terlihat lebih kuning bahkan menghitam dibandingkan dengan orang yang jarang sekali bahkan tidak pernah meminum kopi.


Merokok
Merokok setelah melakukan proses pemutihan gigi adalah hal yang sangat tidak dianjurkan bahkan dilarang. Karena di dalam rokok terdapat zat-zat yang dapat menyebabkan gigi menjadi rusak, bukan hanya pada warna gigi tetapi juga kesehatan gigi itu sendiri yang menjadi sangat rusak.

Minuman beralkohol atau anggur merah atau anggur putih
Meminum minuman yang beralkohol juga tidak diperbolehkan oleh para dokter gigi untuk pasien yang telah melakukan proses pemutihan gigi, karena akan menyebabkan warna gigi menjadi kembali menguning bahkan dapat membahayakan kesehatan gigi dan gusi.

Minum minuman bersoda
Seperti halnya meminum minuman beralkohol, meminum minuman yang bersoda terutama soda yang berwarna-warni juga dapat merusak warna putih gigi setelah dibleaching.

Memakan makanan yang berwarna-warni
Ciri khas dari masakan Indonesia adalah makanan yang berkuah yang berwarna-warni dan yang mengandung rempah-rempah yang sangat terasa. Contohnya saja seperti rawon dan soto. Namun, perlu kita ketahui bahwa mengkonsumsi makanan yang berwarna-warni seperti rawon dan soto dapat menyebabkan gigi menjadi kuning. Oleh karena itu, pada umumnya dokter gigi akan menyarankan pada pasiennya setelah melakukan proses pemutihan gigi untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut agar giginya tidak menguning kembali warnanya.

Memakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai
Di wilayah asia terutama Indonesia dan jepang, sangat banyak dihasilkan makanan olahan yang terbuat dari kacang kedelai. Namun ternyata warna hitam yang dihasilkan dari kacang kedelai pada kecap asin dan kecap manis dapat menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap. (Bleaching Gigi)

Proses Bleaching Gigi

Proses Pemutihan Gigi -Semua orang ingin berpenampilan semenarik mungkin, mungkin bagi anda yang bekerja di bidang service atau yang setiap hari harus menemui klien. Pilihan fashion memang menjadi tahap awal untuk tampil menarik tapi ada satu variabel penting yang orang terkadang lupa untuk diberikan perhatian, dan hal itu ialah “penampilan gigi dan mulut”.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Birmingham, “penampilan” dari gigi dan mulut merupakan hal yang paling penting untuk menjaga keberlangsungan hubungan baik itu dalam bisnis ataupun personal. Penampilan yang dimaksud disini berarti menjaga bau yang keluar dari mulut dan yang paling penting ialah bentuk dan warna dari gigi. Karena ketika kita sedang melangsungkan komunikasi verbal kepada pihak lain, mata lawan bicara kita tertuju kepada wajah kita dan secara tidak sadar mereka “mengunci” pandangan pada pergerakan mulut.

Proses Pemutihan Gigi

Proses Bleaching Gigi
Proses Bleaching Gigi

Berbicara mengenai warna dari gigi, kita tidak bisa melepaskan diri dari apa yang kita makan. Diet yang sempurna akan menjadikan gigi yang sempurna, namun terkadang kita membutuhkan sedikit boost dari caffeine dalam bentuk kopi atau minuman bersoda lainnya. Kebiasaan mengkonsumsi minuman seperti kopi, teh, coke dan beberapa yang lain menyebabkan gigi menguning dan kehilangan warna naturalnya. Namun dengan pertolongan teknologi yang semakin mutakhir dalam dunia kesehatan gigi, ada prosedur yang bernama teeth whitening atau proses pemutihan gigi.

Proses bleaching gigi adalah proses pengembalian warna natural dari gigi. Seperti warna rambut dan kulit, warna gigi kita juga sedikit banyak berbeda antara satu dan yang lainnya, ada yang memiliki warna dasar gigi yang cemerlang ada juga beberapa yang memiliki gigi  berwarna putih kekuning-kuningan. Warna gigi dapat berubah karna banyak alasan, bisa terjadi karna makanan dan minuman yang kita konsumsi, dapat juga dikarenakan oleh proses penuaan dan kebiasaan merokok. Perubahan pada warna gigi juga dapat berakibat oleh konsumsi antibiotik tertentu atau mungkin pada salah satu gigi anda terdapat celah-celah kecil yang mengakibatkan dapat tertumpuknya noda pada gigi tersebut.

Bleaching gigi adalah proses yang biasanya dilakukan untuk mencerahkan warna gigi. Proses ini dimulai dengan meletakkan semacam gel atau karet pada gusi untuk melindungi gusi dari bahan kimia yang akan digunakan pada proses bleaching gigi. Kemudian, dokter akan menggunakan produk pemutih gigi yang akan dipasangkan ke mulut anda seperti mouthguard. Bahan yang digunakan dalam proses ini biasanya adalah hidrogen peroksida atau karbamid peroksida. Ketika bahan aktif ini pecah, oksigen masuk ke dalam enamel gigi sehingga membuat warna gigi menjadi lebih cerah.

Efek dari proses pemutihan gigi ini diperkirakan bertahan hingga tiga tahun. Namun akan bervariasi dari pada setiap orangnya. Efeknya cenderung tidak bertahan lama jika kamu merokok, makan atau minum produk yang bisa menodai gigi Anda.

Silakan Konsultasikan masalah kamu kepada dokter gigi, untuk mendapatkan saran terbaik setelah melewati proses bleaching gigi tersebut.